Showing posts with label Penanganan Kasus. Show all posts
Showing posts with label Penanganan Kasus. Show all posts

Wednesday, January 9, 2013

TEMPAT PENGADUAN BURUH MIGRAN / TKI BERMASALAH DI KANTOR KEDUTAAN / KONSULAT INDONESIA DI LUAR NEGERI



Melanjutkan posting saya sebelumnya yang berjudul Hak – hak TKI atau Buruh Migran Menurut UU. No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri di link blog ini http://pemberdayaanburuhmigran.blogspot.com/2012/12/hak-hak-tki-atau-buruh-migran-menurut.html, berikut ini saya posting beberapa alamat, nama pejabat, nomor telepon Kedutaan / Konsulat Indonesia di luar negeri yang dapat didatangi para buruh migran atau dihubungi keluarga dan atau mantan buruh bilamana menghadapi permasalahan di luar negeri.


ARAB SAUDI
Kedutaan / Konsulat di Arab Saudi
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H.E. Mr.Drs. Gatot Abdullah Mansyur Sirnagalih
Address : Riyadh Diplomatic Quarter (P.O.BOX 94343, Riyadh 11693), Kingdom of Saudi Arabia
Phone : (966-1) 488-2800, 488-2131, 488-2282, 488-2472
Fax : (966-1) 488-2966
Email : contact@indonesia-riyadh.org

Indonesian Consulate General in Jeddah Consul General : Mr. Zakaria Anshar
Address : Al-Mualifin Street, Al-Rehab District/5, (P.O. BOX 10 Jeddah 21411), Kingdom of Saudi Arabia
Phone : (966-2) 671-1271
Fax : (966-2) 673-0205
Email : komjed@awalnet.net.sa

BRUNEI DARUSSALAM
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H. E. Mr. Handriyo Kusumo Priyo
Address : Lot. 4498, Simpang 528, Kampung Sungai Hanching Baru, Jalan Muara Bandar Seri Begawan BC 2115, Negara Brunei Darussalam (P.O.BOX 3013 BSB)
Phone : (673) 233-0180, 2330358
Fax : (673) 233-0646
Email : kbribsb@brunet.bn
Website : www.indonesia.org.bn / http://bandarseribegawan.kemlu.go.id (new)

KOREA SELATAN
Kedutaan / Konsulat di Korea Selatan
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H. E. Mr. John A. Prasetio
Address : 55, Youido-dong, Youngdeungpo-ku, Seoul, Republic of Korea
Phone : (82-2) 783-5675, 783-5676, 783-5677, 783-5371, 783-5372
Fax : (82-2) 780-4280
Email : pensosbud@indonesiaseoul.org
Website : seoul.kemlu.go.id  /  www.indonesiaseoul.org

Indonesian Trade Promotion Center
Head of ITPC: Mr. Ari Satria
Address: #103 Korea Express Building, 1211-1 Choryang-Dong, Dong-Gu, Busan, South Korea
Phone : +82 51 441-1708; Fax : +82 51 441-1629

MALAYSIA
Malaysia – Kualalumpur :
Kedutaan / Konsulat di Malaysia
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : --
Kuasa Usaha a.i: Mr. Mulya Wirana
Address : 233, Jalan Tun Razak, Kualalumpur 504000, Malaysia
Phone : (603) 21164000
Fax : (603) 2141-7908, 2142-3878
Email : kbrikl@po.jaring.my
Website : www.kbrikl.org.my / kualalumpur.kemlu.go.id (new)

Malaysia – Johor Bahru :
Indonesian Consulate General in Johor Bahru
Consul General : Mr. Jonas L. Tobing
Address : No.46, Jl. Taat, Off Jalan Tun Abdul Razak
80100 Johor Bahru, Malaysia
Phone : (601) 9790 2000 
Fax : (601) 9775 1572, (601) 9775 1573
Email : kjrijb@tm.net.my
Website :www.kjri-johor.org;johorbahru.kemlu.go.id

Malaysia – Penang :
Indonesian Consulate General in Penang
Consul General : Mr. Chilman Arisman
Address : 467, Jalan Burma, Pulau Pinang 10350, Malaysia (P.O.BOX 502)
Phone : (604) 226-7412, 227-4686
Fax : (604) 227-5887, 227-1370
Email : .
Website : penang.kemlu.go.id

Malaysia – Kinibalu – Sabah :
Consulate General of the Republic of Indonesia in Kota Kinabalu, Sabah
Consul General :Mr. Soepeno Sahid
Address : Lorong Kemajuan, Karamunsing, 88000 Kota Kinabalu, Sabah
Peti Surat 11596, 88817 Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia
Phone : (60-88) 218-600, 219-110
Fax : (60-88) 215-170 / 253935, 240017
Email : kjrikk99@tm.net.my
Website : kotakinabalu.kemlu.go.id

Malaysia – Johor Bahru – Kuching – Sarawak :
Indonesian Consulate General in Kuching, Sarawak, Malaysia
Consul General : Mr. Djoko Harjanto
Address : Lantai 6, bangunan Binamas No. 1,  Jalan Pandungan 93100 Kuching, Sarawak, Malaysia
Phone : (60-82) 241734, 421734
Fax : (60-82) 424370
Email :
Website : kuching.kemlu.go.id

Malaysia – Tawau City
Indonesian Consulate in Tawau City  
Konsul: Mr. Muhammad Soleh
Jl. Sin On, Mile 2,5
Tawau
Ph. +60 89752969

OMAN
Kedutaan / Konsulat di Oman
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kesultanan Oman
Ambassador: H.E. Mr. Sukanto
Madinat Sultan Qaboos
Al-Insyirah Street,
Building No. 205, Plot No. 95, Blok No. 221
Muscat, Sultanate of Oman
Ph.  +968 2469 1050
Fax. +968 2469 1243
Email: kbrimct@omantel.net.om

PERSATUAN EMIRATE ARAB (UNI EMIRATE ARAB)
Kedutaan / Konsulat di Persatuan Emirat arab
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H.E. Mr. Salman Al Farisi
Address : Zone 2, Sector 79, Villa No. 474, Sultan Bin Zayed Street (Str.32), Al Bateen Area (P.O.BOX 7256), Abu Dhabi, United Arab Emirates
Phone : (971-2) 445-4448
Fax : (971-2) 445-5453
Email : indoemb@emirates.net.ae; kbriabd@indonesianembassy.ae
Website : www.indoemb.org/kbri / abudhabi.kemlu.go.id (new)

Consulate General of the Republic of Indonesia in Dubai
Consul General : Drs. Faisal Harun
Address : Al Hudaiba, Community 322, Villa No. 1, Bur Dubai, United Arab Emirates (P.O.BOX 73759)
Phone : (971-4) 398-5666
Fax : (971-4) 398-0804
Email : indocons@emirates.net.ae
Website : www.kjridubai.ae / dubai.kemlu.go.id (new)

Kedutaan / Konsulat di Qatar
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H. E. Mr. Deddy Saiful Hadi
Address : Al-Maahed Street, Al Salata Al Jadeeda, (P.O.BOX 22375), Doha, State of Qatar
Phone : (974) 465-7945, 466-4981
Fax : (974) 465-7610
Email : inemb@qatar.net.qa

SINGAPURA
Kedutaan / Konsulat di Singapura
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H.E. Mr. Andri Hadi
Address : 7 Chatsworth Road, Singapore 249761
Phone : (65) 6737-7422
Fax : (65) 6737-5037, 6235-5783
Email : info@kbrisingapura.com

SURIAH
Kedutaan / Konsulat di Suriah
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H.E. Mr. Drs. Wahib
Address : Mazzech, Eastern Villas, Madina Al-Munawwara Street 132, Block No. 270/A Building No. 26, Damascus, Syria. (P.O.BOX 3530 Damascus)
Phone : (963-11) 611-9630, 611-9631
Fax : (963-11) 611-9632
Email : kbridamaskus@kemlu.go.id
Website : damascus.kemlu.go.id

TIONGKOK
Kedutaan / Konsulat di Tiongkok
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H. E. Imron Cotan
Address : Dong Zhi Men Wai Da Jie No.4 Chaoyang District, Beijing 100600, P.R. Tiongkok
Phone : (86-10) 6532-5486, 6532-5488
Fax : (86-10) 6532-5368, 6532-5782
Email : beijing.kbri@indonesianembassy-china.org
Website : www.indonesianembassy-china.org / beijing.kemlu.go.id (new)

Tiongkok – Hongkong :
Consulate General of the Republic of Indonesia in Hongkong
Consul General : Mr. Teguh Wardoyo
Address : 127-129 Leighton Road, 6-8 Keswick Street, Causeway Bay Hong Kong, P. R. Tiongkok
Phone : (852) 3651 0200
Fax : (852) 2895 0139
Email : kjrihkg@netvigator.com
Website : www.indonesian-consulate.hk / hongkong.kemlu.go.id (new)

Consulate General of the Republic of Indonesia in Guangzhou
Consul General : Mr. Edi Yusup
Address : Dong Fang Hotel, West Bulding 2/F Rooms 1201 - 1223, 120 Liu Hua Road Guangdong, Guangzhou 510016, P.R. Tiongkok
Phone : (86-20) 8601 8772 - 8601 8790
Fax : (86-20) 8601 9773 - 8601 8722
Email : kjrigz@public.guangzhou.gd.cn
Website : indonesia-guangzhou.com/ / guangzhou.kemlu.go.id (new)

YAMAN
Kedutaan / Konsulat di Yaman
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H.E. Nurul Aulia
Address : Beirut Street Faj Attan (P.O.BOX 19873) Hadda, Sanaa, Republic of Yemen
Phone : (967-1) 427-210, 427-211
Fax : (967-1) 427-212
Email : indosan@y.net.ye
Website : ---

YORDANIA
Kedutaan / Konsulat di Yordania
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassador : H. E. Mr. Zainulbahar Noor
Address :

6th Circle, South Um-Uthaina, 44 Feisal bin Abdul Aziz Street, (P.O.BOX 811784 ), Amman 11181, Jordan
Phone : (962-6) 552-8912, 552-1648, 551-3232
Fax : (962-6) 552-8380
Email : .
Website : amman.kemlu.go.id

Ditulis oleh : Yus Machrus

Sumber : Kemlu

Thursday, December 27, 2012

Hak – hak TKI atau Buruh Migran Menurut UU. No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri



Melanjutkan tulisan saya pada posting sebelumnya yaitu Hak – hak Calon TKI, TKI atau Buruh Migran menurut UU. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Indonesia di Luar Negeri (PPTKILN) pada blog ini di http://pemberdayaanburuhmigran.blogspot.com/2012/11/hak-hak-calon-tki-tki-atau-buruh-migran.html, kali ini saya juga akan menuliskan topik yang sama mengenai hak-hak TKI atau buruh migran namun menurut UU. No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri (HUBLU). 

Perlu dijelaskan sebelumnya bahwa TKI atau buruh migran di luar negeri memiliki hak yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya yang berada di luar negeri. Dalam UU tersebut beberapa pasalnya terkait hak TKI atau buruh migran telah dinyatakan bahwa TKI atau buruh migran memiliki hak sebagai berikut :

a.    Hak difasilitasi oleh Perwakilan Republik Indonesia untuk tercipta adanya rasa persatuan dan kerukunan antara sesama warga negara Indonesia lainnya di luar negeri
      Pasal 19 huruf a berbunyi :
Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memupuk persatuan dan kerukunan antara sesama warga negara Indonesia di luar negeri;

b.   Hak mendapatkan pengayoman, perlindungan, dan bantuan hukum di luar negeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional.
      Pasal 19 huruf b berbunyi :
Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan pengayoman, perlindungan, dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional.

c.    Hak mendapatkan bantuan dari Perwakilan Republik Indonesia dalam penyelesaian pada saat terjadinya sengketa antara sesama warga negara berdasarkan asas musyawarah atau sesuai dengan hukum yang berlaku.
      Pasal 20 berbunyi :
Dalam hal terjadi sengketa antara sesama warga negara atau badan hukum Indonesia di luar negeri, Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban membantu menyelesaikannya berdasarkan asas musyawarah atau sesuai dengan hukum yang berlaku.

d.  Hak mendapatkan perlindungan, bantuan, dihimpun di wilayah yang aman, serta di- usahakan untuk dipulangkan ke Indonesia oleh Perwakilan Republik Indonesia bila adanya ancaman bahaya nyata berupa antara lain bencana alam, invasi, perang saudara, terorisme maupun bencana yang sedemikian rupa sehingga dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap keselamatan umum.
   Pasal 21 berbunyi :
Dalam hal warga negara Indonesia terancam bahaya nyata, Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan, membantu, dan menghimpun mereka di wilayah yang aman, serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara.

   Pasal 21 Penjelasan berbunyi :
Yang dimaksud dengan "bahaya nyata" dapat berupa antara lain bencana alam, invasi, perang saudara, terorisme maupun bencana yang sedemikian rupa sehingga dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap keselamatan umum.
Usaha pemulangan warga negara Indonesia di negara yang dilanda bahaya nyata tersebut dilakukan secara terkoordinasi.
Upaya-upaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini akan dilakukan oleh Perwakilan Republik Indonesia yang bersangkutan sepaniang kondisi-kondisi untuk dapat melaksanakannya memungkinkan, seperti keamanan, keselamatan akses ke tempat terjadinya bahaya nyata, terbukanya wilayah yang aman, tersedianya sarana yang diperlukan termasuk dana, dan sebagainya.

e.  Hak mendapatkan pengamanan dan perlindungan bilamana terjadi perang dan atau pemutusan hubungan diplomatik dengan suatu negara yang menjadi tujuan negara penempatan TKI atau buruh migran.
   Pasal 22 berbunyi :
Dalam hal terjadi perang dan atau pemutusan hubungan diplomatik dengan suatu negara, Menteri atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Presiden, mengkoordinasikan usaha untuk mengamankan dan melindungi kepentingan nasional, termasuk warga negara Indonesia.

f.    Hak untuk mendapatkan pencatatan atas keberadaannya serta dibuatkan surat Keterangan mengenai kelahiran, perkawinan, perceraian, dan kematian di luar negeri.
   Pasal 24 ayat (1) berbunyi :
Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk mencatat keberadaan dan membuat surat Keterangan mengenai kelahiran, perkawinan, perceraian, dan kematian warga negara Republik Indonesia serta melakukan tugas-tugas konsuler lainnya di wilayah akreditasinya.

Nah, demikian yang kali ini bisa saya tuliskan. Bilamana Bapak / Ibu / Saudara ingin mengunduh atau men-download file UU. 37 Tahun 1999 tentang HUBLU ini silahkan klik disini
 
Ditulis oleh : Yus Machrus

Saturday, December 15, 2012

Perencanaan Yang Baik Berkomunikasi melalui Telepon dalam Menyampaikan Pengaduan Permasalahan TKI / Buruh Migran

Menelpon adalah hubungan percakapan atau komunikasi antar perseorangan secara jarak jauh atau tanpa bertatap muka secara langsung. Dalam menyampaikan pengaduan permasalahan TKI / buruh migran, menelpon adalah salah satu pilihan yang dapat digunakan. Namun seperti yang sudah dibahas pada posting saya sebelumnya telah dijelaskan bahwa setiap cara dan alat berkomunikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Pengalaman pertama berkomunikasi melalui telepon dengan seseorang yang belum atau baru dikenal di suatu kantor atau lembaga untuk keperluan mengupayakan pemenuhan atas hak-hak TKI / buruh migran diupayakan harus dapat meninggalkan adanya kesan dan pesan yang baik dari kedua belah pihak.  Keberhasilan pada pengalaman pertama tersebut sangat mempengaruhi keberlanjutan komunikasi kedua belah pihak hingga tercapainya tujuan utama yaitu terpenuhinya hak-hak TKI / buruh migran.
Agar upaya berkomunikasi melalui hubungan telepon dapat dilakukan dengan baik diperlukan tindakan perencanaan dan pelaksanaan yang matang.
Ada 3 faktor yang mempengaruhi ketepatan dalam berkomunikasi melalui hubungan telepon dalam menyampaikan pengaduan pembelaan atas pemenuhan hak-hak TKI / buruh migran agar terciptanya kenyamanan selama menelpon yaitu :

1.        Alat dan Penggunaan Biaya,
Persiapan peralatan berkomunikasi menggunakan telepon khususnya telepon genggam atau hand phone harus diperhatikan. Kondisi batere harus dipastikan minimal jangan sampai low batere. Setidaknya power batere dalam kondisi optimal 80% sebelum memulai percakapan. Daya tahan batere hand phone berbeda-beda bergantung pada kondisi fisik hand phone (baru atau bekas), merk, fitur (kelengkapan aplikasi, tombol manual atau touch screen), kekuatan sinyal, kondisi on (stand by / siaga atau sedang digunakan).
Semakin rendah jam pakai hand phone biasanya semakin kuat daya tahannya, semakin kuat sinyal yang tertangkap biasanya semakin hemat penggunaan baterenya. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menjadi ukuran kekuatan atau daya tahan sebuah hand phone.
Selain kondisi hand phone sebagai peralatan komunikasi yang  digunakan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Masih terkait dengan itu, perlu juga dipertimbangkan  perusahaan operator jasa telekomunikasi yang mampu memberikan sinyal kuat di tempat penelpon serta memberikan harga ringan untuk berkomunikasi. Setiap daerah kekuatan sinyal yang ada akan berbeda antar operator GSM/CDMA, hal tersebut bergantung pada dekat atau jauhnya lokasi BTS (Base Transceiver Station) yang tersedia di tempat penelpon. Begitupun biaya menelpon, setiap perusahaan operator jasa telekomunikasi akan menerapkan biaya menelpon yang bervariasi. Ada perusahaan jasa operator telekomunikasi yang memberikan harga murah untuk area nasional tetapi mahal untuk sambungan ke luar negeri, begitu juga ada yang sebaliknya. Alangkah lebih baik untuk membaca brosur harga menelpon yang biasanya terdapat pada paket kartu perdana, namun itupun seringkali harganya berubah setiap waktu. Ada juga perusahaan jasa operator telekomunikasi yang menerapkan harga murah menelpon ke luar negeri namun apakah negara tujuan menelpon itu termasuk juga negara tempat para TKI atau buruh migran bekerja? Namun biasanya perusahaan jasa telekomunikasi selalu menerapkan harga murah untuk sesama operator. Yang terpenting bagi para calon penelpon adalah teliti dahulu harga menelpon sebelum menelpon.

 2.        Perilaku,
Berkomunikasi melalui telepon dalam menyampaikan pengaduan pembelaan atas pemenuhan hak-hak calon/mantan/TKI atau buruh migran merupakan percakapan yang dianggap formal atau resmi. Karena sifat percakapan tersebut di atas adalah formal atau resmi, maka sangat diperlukan adanya tata krama menelpon.
Tata krama menelpon berkaitan erat dengan penggunaan nomor tujuan, waktu, bahasa dan alur percakapan yang tepat. Tata krama tersebut sangat diperlukan untuk mendukung maksud sesungguhnya dalam menelpon yaitu tersampaikannya pengaduan pembelaan atas pemenuhan hak-hak calon/mantan/TKI atau buruh migran.
Selain tata krama, faktor lain yang sangat mendukung keberhasilan berkomunikasi menggunakan telepon adalah kedekatan hubungan kedua belah pihak, kondisi emosional yang terkendali, cara berbicara dan kualitas suara penelpon.
Adapun beberapa hal yang harus Bapak / Ibu perhatikan untuk berkomunikasi melalui telepon dalam upaya menyampaikan pengaduan permasalahan TKI / buruh migran adalah sebagai berikut :

a.       Penggunaan Nomor Tujuan
Sebaiknya nomor telepon yang hendak dihubungi adalah nomor telepon resmi kantor atau bukan nomor pribadi seperti hand phone maupun nomor rumah seseorang yang bekerja di kantor tersebut. Hal itu dikecualikan jika kedua pihak telah bersepakat menggunakan nomor pribadinya.

b.       Waktu Tepat Menelpon
Sebaiknya waktu yang tepat dalam menelpon disesuaikan dengan jam dan hari kerja yang diberlakukan di kantor atau instansi yang menjadi tujuan penyampaian pengaduan.

c.        Bahasa
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi pemersatu keberagaman bahasa yang ada di Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar akan mencerminkan perilaku khususnya bagi penelpon. Namun dalam melakukan percakapan telepon tidak menutup kemungkinan keberlanjutan percakapan tersebut menggunakan bahasa daerah. Hal tersebut terjadi karena kesepakatan kedua belah pihak. Namun walapun demikian, penggunaan Bahasa Indonesia sebaiknya dipergunakan pada awal percakapan.

c.        Alur percakapan
-    Ucapan Salam Pembuka
Halo, selamat pagi / siang Bapak / Ibu
-    Perkenalan Pihak Terkait
Terlebih dahulu perkenalkan nama saya Puspa, saya / keluarga saya adalah calon / mantan / keluarga TKI atau buruh migran asal Desa ……………… Kecamatan ………………….. Kabupaten …………….. Propinsi ……………. Yang telah bekerja di negara tujuan ……………………. sejak tanggal ………… bulan ……………. tahun hingga tanggal ……………… bulan ……………….. tahun …………. atau selama …………….. bulan / tahun.
Mohon maaf dengan siapa saya sedang berbicara sekarang ini?
Bapak / Ibu, parkenankan saya menyampaikan pengaduan permasalahan saya sebagai calon / mantan / keluarga TKI atau buruh migran ini.
-    Uraian Masalah
Saya berangkat ke luar negeri melalui sponsor bernama ………………………. warga Desa …………………………. Kecamatan ………………….. Kabupaten …………….. Propinsi …………….. dengan PT. …………………………. Yang beralamat di …………………………..
Majikan saya adalah ……………………….. beralamat di ……………………….
Selama bekerja di sana saya bekerja dari jam ………….. hingga jam ………….. dalam setiap harinya. Saya telah mengalami beberapa permasalahan sebagai berikut …………………….., ……………………………….., ………………………… (jelaskan secara rinci permasalahannya)
Demikian penjelasan permasalahan saya ini.
-    Permohonan
Atas penjelasan saya tadi, saya memohon bantuan kepada Bapak/Ibu dari BNP2TKI Jakarta untuk dapat mengupayakan pemenuhan hak-hak saya / keluarga saya yaitu …………………………………… (sebutkan tuntutan / permintaan/permohonannya)
-    Penutup
Senang sekali saya telah diberi kesempatan untuk menyampaikan pengaduan saya  / keluarga saya ini kepada Bapak / Ibu. Besar harapan saya agar hak-hak saya / keluarga saya ini dapat segera terwujud atas bantuan Bapak / Ibu. Kira-kira apa yang selanjutnya harus saya lakukan dan bisakah saya dikabari oleh Bapak / Ibu bila sudah ada perkembangan proses penyelesaian pengaduan saya ini kepada saya di nomor …………………………..
Sekiranya cukup yang bisa saya sampaikan kepada Bapak / Ibu, terima kasih atas waktu dan perhatian yang sudah Bapak/Ibu berikan, semoga Bapak/Ibu senantiasa diberi kesehatan selama menjalani pekerjaan. Mohon maaf bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu.
-    Ucapan Salam Penutup
Terima kasih Bapak/Ibu, selamat bekerja dan sukses selalu. Selamat pagi / siang.

3.        Muatan / isi pengaduan yang disampaikan kepada pihak yang menjadi tujuan.
Selain masalah perilaku seperti yang sudah disebutkan di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah isi atau muatan apa saja yang hendak disampaikan kepada pihak yang menjadi tujuan dalam berkomunikasi melalui hubungan telepon. Oleh karena itu, sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu catatan mengenai identitas TKI / buruh migran yang bermasalah, identitas perekrut (sponsor, PT), identitas majikan, uraian masalah yang terjadi, dan beberapa permohonan / permintaan atau tuntutan pemenuhan hak TKI / buruh migran.

Apabila kesan yang baik telah diterima oleh kedua belah pihak, maka akan membuka peluang keberlanjutan berkomunikasi yang jauh lebih baik dengan adanya kedekatan kedua belah pihak yang semakin meningkat.
Peningkatan kedekatan atau hubungan yang baik antara kedua belah pihak tersebut akan terlihat pada kesempatan menelpon berikutnya yaitu nomor telepon kantor atau instansi bukan menjadi satu-satunya nomor tujuan karena bisa saja terjadi percakapan telepon dengan menggunakan nomor hand phone pribadi atau waktu percakapan di luar jam dan hari kerja, selain itu perkembangan percakapan juga bisa menggunakan bahasa daerah. Namun apapun kemajuan percakapan telepon harus tetap mengedepankan tata krama.
Nah, selamat mencoba …

Ditulis oleh : Yus Machrus